SEBUAH SUMPAH UNTUK BANGSA DAN NEGERIKU, oleh: Florit P. Tae

refleksi hari sumpah pemuda 28 Oktober 2023 oleh Florit P. Tae

“Kami pemuda-pemudi bersumpah; Berpolitik Etis dan adab, berdemokrasi kerakyatan, melawan Domestikasi Politik kepentingan atas nama persatuan. Kami Pemuda-pemudi bersumpah; mendidik bangsa dan Negeri dengan ide dan karya, melawan kendaraan politik yang bersuara menarik belas kasihan. Kami Pemuda-pemudi Bersumpah; Berbakti tulus demi tanah terjanji Indonesia Merdeka.”

Ketika Nusantara dijajah oleh bangsa yang mencintai Imperialisme dan kolonialisme, para pemuda gerah karena Imperialisme dan kolonialisme adalah duri dalam daging yang mencabik dengan perih tanpa mengingat air mata, keringat dan darah yang mengalir dari tubuh yang kecil dan tulang yang kering. Dengan penuh gairah dan keberanian, kendati nyawa dan tubuh terancam senjata laras Panjang, para pemuda berkumpul dari berbagai wilayah Nusantara dalam kongres Pemuda 27-28 Oktober 1928 yang kemudian melahirkan sebuah sumpah monumental yang menampilkan sebuah pertunjukan tetrikal yang luar biasa menggetarkan. Sumpah itu monumental sebagai sebuah akta spiritual-filosofis yang digagas oleh pemuda-pemudi yang senasib sepenanggungan. Sebab, saat itu masih terpecah belah, belum memahami arah perjuangan menuju Kemerdekaan.

Waktu berlalu, perjuangan bersama terus digerakan, berbagai strategi tercipta dengan satu harapan Indonesia mencapai jembatan emas (Kemerdekaan). 17 Agustus 1945 tiba, disambut ribuan masa berteriak “Bendera harus berkibar, lagu Kebangsaan harus dikumandangkan, teks proklamasi harus dibacakan” dan Bung Karno dalam keadaan sakit dan dengan suara tersendat ia mengucapkan naskah proklamasididepan Istana Merdeka. Peristiwa bersejarah dan menyejarah ini tidak dapat dilepaskan dari perjuangan pemuda. Namun, hari proklamasi kemerdekaan bukan akhir perjuangan bangsa dan pemuda Indonesia. Hari itu menurut Bung Karno adalah sebuah jembatan Emas untuk mencapai Indonesia Merdeka yang sungguh-sungguh Merdeka (Merdeka dari kemiskinan, ketimpangan sosial-ekonomi-politik, lemahnya sumber daya manusia, dan sebagainya). Kemerdekaan ini derengkuh dalam mandat Sila-sila Pancasila yang digagas sebagai falsafah bangsa. 

Indonesia menjadi sebuah bangsa Besar, bangsa dengan spirit Demokrasi yang luar biasa popular, spirit tersebut digemakan oleh seluruh rakyat miskin dan kaya, berpendidikan tinggi maupun rendah, berdasi maupun tidak berdasi. Sebauh menggemakan demokrasi dalam setiap tarikan nafas mereka. Namun, apakah system Demokrasi yang dimaksudkan bukan demokrasi Langsung, demokrasi representatif, demokrasi dpresidensial, demokrasi parlementer, demokrasi partisipatif, demokrasi islam, maupun demorasi sosial. Demokrasi yang dimaksud dan sejogyanya diterapkan adalah Demokrasi Kerakyatan. Inilah Prinsip Demokrasi yang dimaksudkan oleh Bung Hatta dan ditekankan oleh Bung Karno dalam Teks Pancasila. Atau dengan kata lain, Demokrasi Indonesia adalah Demokrasi yang berakar dan berdasar pada Pancasila (Demokrasi Kerakyatan/Demokrasi Pancasila).

Kini, sebagai Pemuda perlu bertanya, apakah realitas hari-hari ini adalah kita tengah berjalan menuju Indonesia Merdeka yang sungguh-sungguh Merdeka? Apakah system Demokrasi yang sedang digembar-gembor adalah demokrasi Kerakyatan? Apakah kaum Tua pemegang kendali Kendaraan Politik sedang Mencontohkan demokrasi? Apakah mereka yang katanya berpengalaman percaya pada kaum muda? Apakah realitas politik kita hari ini sudah berjalan baik tanpa iming-iming kampanye yang beraroma agamis? Dan masih ada banyak pertanyaan lainnya yang perlu kita minta dipertanggungjawabkan. Tapi, rasanya semua pertanyaan jikadiuraikan, bahkan dunia ini tidak mampu menampung pertanyaan-pertanyaan kita.

PEMUDA, DEMOKRASI DAN POLITIK 

Politik merupakan suatu usaha untuk mencapai sebuah kehidupan Masyarakat yang lebih baik, dan politik dalam bentuk yang paling baik ialah usaha dalam mencapai suatu tatanan sosial yang baik dan berkeadilan. Karena itu, sebagaimana direnungkan oleh Johanes Leimena, “Politik adalah etika untuk melayani dan bukan alat untuk berkuasa”. Tentu yang dimaksudkan oleh Leimena adalah jika menjadi politisi, mendapatkan jabatan structural dalam politik, disitulah anda berkesempatan untuk melayani, dan pelayanan anda tidak terbatas pada keluarga, kelompok, melainkan banyak orang dan sekaligus berpegang pada keadilanekologis, humanis, keadilan hukum dan seterusnya. Bukan sebaliknya, kesempatan duduk pada jabatan politik, mendapatkan kekuasaan dari rakyat, lalu anda menjadi penguasa yang memperdaya dan bukan memberdayakan orang lain. Politik adalah Etika dalam kerangka ideal adalah mempertahankan kekuasaan, mengambil kekuasaan dengan cara yang etis-pancasilais, dengan mengabdi pada demokrasi berkerakyatan yang adil dan beradab. 

Pada kerangka politik yang ideal ini, Demokrasi Kerakyatan mendapat tempat yang paling special dan harus diagungkan. Hal-hal yang mengenai politik dinasti, politik kepentingan kelompok, kendaraan politik yang angkuh dan mendomestikasi seluruh pengikutnya untuk tunduk dan taat pada keputusan ketua umum harus dihindari dan jangan sekali-kali bicara atas nama demokrasi dan mendesain strategi politik belas kasihan demi merayu rakyat yang kecil. Politik yang demikian adalah benalu bagi bangsa dan Negara.Selanjutnya, politik juga akan menjadi benalu, bila para pemain dipanggung politik bergerak dan “menjual diri” atas nama identitas agama. Pertunjukan yang demikian cukup meraja lela dalam ruang public Indonesia yang pancasilais ini. Pemuda harus melawan dengan cara yang etis dan provisional.  

Peran pemuda penting, sebab masih sangat detail mencatat perjuangan para pemuda yang berjuang secara politik-demokratis untuk memperjuangkan kemerdekaan serta menciptakan demokrasi yang berkeadilan. “Pemuda adalah tulang punggung dan penentu arah bangsa” bukanlah semboyan tanpa spirit, bukan juga semboyan tanpa eksistensi. Semboyan itu adalah benar-benar nafas yang menghidupkan politik dan demokrasi berintegritas. Dengan berucap demikian, tidaklah berarti pemuda menafikan perjuangan kaum Tua, atau menyangkali kebijaksanaan mereka yang tua. Gerak Langkah kaum tua yang dinamis telah mencapai puncaknya dan seharusnya mereka mengakhiri perjalanan Panjang dan bersenayamlah sebagai penasehat yang bijak dan bukan menjadi generasi yang mencipta otoritarianisme. Regenerasi dan pengalihan mandat harus bergerak menuju pemuda, dan biarkan mereka menyambutnya untu bergerak maju. Sebab, pemuda selau bergerak secara dinamis. Politik digenggam oleh kaum muda, ditangan mereka akan menabur benih demokrasi yang sejalan dengan spirit Pancasila. Jika ada pemuda yang bertindak sebaliknya, maka ia adalah manusia yang Amnesia History. Gerak langkahnya harus dipenjara untuk mendapatkan Pendidikan yang layak. 

Pemuda, Demokrasi dan Politik adalah gagasan yang dinamis. Pemuda adalah sel-sel aktif yang berperan untuk menciptakan kesejahteraan bangsa dan negara. Kendati demikian, pemuda harus diperkaya dengan ide dan gagasan dalam karya dan pelayanan. Pemuda harus terus merestorasi pikiran dan kapasitas. Sebab, pemuda hanya akan menjadi harapan yang tepat, bila ia melepaskan diri dari kesombongan dan individualistis, kecerobohan dan keberanian yang membuta, serta kepakaran yang mati dan terhanyut oleh kepentingan sesaat.

PEMUDA, IDE DAN KARYA

Pada tahun-tahun perjuangan menuju kemerdekaan, pemuda menggagas banyak terobosan. Semangat untu berkumpul dan mendiskusikan hal ihwal terkait bangsa dan negara dilakukan secara massif dan terstruktur. Pemuda-pemudi dengan mempertaruhkan segalanya, mereka berjuang tanpa lelah, memeras otak, tenaga dan psikis karena mimpi dan harapan harus terwujud. Imperialisme dan kolonialisme harus dilawan. Sebab, spirit pemuda adalah dinamis dan aktif. 

​Pertunjukan teatrikal supah pemuda 1928, perjuangan memproklamirkan kemerdekaan 1945, Upaya mengembalikan demokrasi dimasa-masa orde baru 1998, sampai menyambut bonus domografi 2045, semuanya ditangan pemuda. Pemuda mampu menciptakan peralatan untuk membawa Indonensia menyambut kemerdekaan yang sungguh-sungguh memerdekakan. Segalanya ada ditangan pemuda. Oleh karena itu, pemuda harus memiliki Ide, harus inovatif, harus memiliki mimpi jangka Panjang, harus berani menciptakan karya yang berdampak universal, harus memiliki perspektif global dan humanis. Jika tidak maka ide hanya akan mengendap dalam tanah kering yang sedang diolah kaum tua yang picik, namun bersuara atas nama kemaslahatan bangsa. 

​Sebagai pemuda, mari kita amati bangsa dan Negra yang kita cintai. Mari kita terbuka dan jujur bahwa bangsa kita, sedang digenggam oleh kaum tua sebagai pengendali kendaraan politik. Mereka kerap bersuara mengutuk lawan atas nama keadilan, seolah mereka dikhinati. Padahal, itu hanyalah suara yang menyeruak diudara, menarik simpati, memainkan politik belas kasihan demi dan untuk kepentingan kelompok dan kekuasaan tanpa batas. Mereka tidak sedang mencontohkan demokrasi kerakyatanan, melainkan demokrasi yang dipertontonkan adalah demokrasi belas kasih dan untung-menguntungkan. Banyak pemegang kendali kendaraan politik, merasa dikhinatai lantara berbeda pilihan dan pikiran. Itulah sebabnya, pemuda harus bergerak. Pemuda harus serius. Pemuda harus cerdas dan jeli melihat realitas panggung politik dewasa Ini. Mari kita sadar bahwa kita disuruh bergerak, tapi kaki kita diselimpung. Kita disuruh berdisiplin, sedang mereka mencontohkan yang lain. Mereka menyuruh kita bertindak, tapi setiap tindakan mereka curigai.       

​Sebaliknya, pemuda yang tanpa perjuangan dalam rangka mencapai kekuasaan, melainkan dibentangkan “karpet merah” dan dengan mudah menjejaki panggung kekuasaan adalah pemuda yang pencundang dan tidak layak dianggap sebagai symbol atau representative kaum muda. Sebab, pemuda yang demikian, tanpa perjuangan yang murni dan mendapat kekuasan yang instan, bersuara atas nama demokrasi adalah pemuda yang menyangkal Sejarah Panjang perjungan kaum muda. 

PEMUDA MERAWAT DEMOKRASI, MEWUJUDKAN KEMERDEKAAN

Politik adalah wilayah yang paling keras dan beresiko, karena itu orang-orang muda yang semestinya mengambil bagian di wilayah ini. Sebab, wilayah ini butuh agresifitas yang terukur, keberanian yang inovatif, perjuangan yang total. Politik harus Kembali dalam genggaman kaum muda. Demokrasi harus dirawat oleh kaum muda. Jika pemuda yang bermain dipanggung politik tanpa perjuangan, melainkan sebaliknya menerima estafet karena “Nepotisme”, perlahan-lahan akan dicatat oleh Sejarah dengan tinta emas bahwa pada suatu masa yang lampau, ditangan seorang pemuda, anak pejabat demokrasi mati, walau suaranya berdering kencang seolah ia berkuasa secara demokratis dan melalui jalan demokrasi. 

​Diatas Pundak pemuda, demokrasi kerakyatan diletakkan. Sebab, hari-hari ini, system demokrasi yang diselenggarakan tidak lain dan tidak berbeda dengan system demokrasi pada umumnya. Indonesia memiliki system demokrasi yang unik dan digali dari Rahim Indonesia, kendati ada inspirasi dari pikiran-pikiran para pakar politik dan filosoif melalui buku-buku mereka yang pernah dibaca oleh para pendiri bangsa. Demokrasi kerakyatan adalah sebuah proses yang dilakukan oleh rakyat kecil, miskin dan lapar sebab mereka yang membutuhkan seorang pemimpin yang tau dan merasakan detak jantung mereka. Demokrasi kerakyatan adalah sebuah prinsip berpolitik yang mengangkat pemimpin untuk menyuplai kesejahteraan bagi merek yang benar-benar membutuhkan, dan bukan dipergunakan oleh mereka yang kaya-raya, berkuasa untuk menentukan pemimpin bangsa. Sebab, mereka yang kaya-raya, dan berkuasa akan memilih pemimpin demi kepentingan dan mengamankan posisi sendiri dan kelompok, namun berbicara seolah mereka demokratis.

Hari proklamasi kemerdekaan 1945, merupakan jembatan emas. Kita baru melangkah ke seberang pulau yang kaya dengan susu dan madu melalui jembatan ema situ. Tapi, apakah kita sedang berjalan menyambut kemerdekaan yang benar-benar merdeka.? Rasanya kita perlu bertanya berulang kali, sebab hari-hari ini kita dikatakan Merdeka, tapi mereka memilihkan segalanya untuk kita. Parat elit politik merebut kekuasan dengan dinasti. Bahkan dinasti telah tercipta sejak dalam partai-partai politik. Para elit poitik dan penguasa mempertontonkan sandiwara politik yang lucu dan menjadi benalu bagi negara. Mereka berperang satu sama lain untuk memperebut kekuasaan atas nama rakyat dan Pembangunan.

Pemuda kerap tidak memiliki tempat. Jikapun ada tempat, tiket hanya dimiliki mereka yang lahir dari Rahim penguasa, baik penguasa kendaraan politik (Parpol), maupun penguasa pemegang jabatan structural pemerintahan dan mereka yang memiliki segala sumber daya. Pemuda diragukan, kapasitas dan kapabilitas diabaikan, kekuasaan dilanggengkan oleh mereka yang kaya, segalanya mereka pilihkan untuk kaum muda bangsa. Jika segalanya terus dibiarkan, maka kaum muda akan menjadi penonton dan bukan pemegang kendali politik yang etis-beradab, demokratis berkeadilan dan perlahan-lahan demokrasi kerakyatan yang digagas para pendiri bangsa menjadi kenangan ide tanpa realisasi.

Hari sumpah pemuda mengingatkan kita pada ikrar janji monumental para pemuda yang berjuang untuk bangsa dan negara. Para pemuda merebut kejayaan dengan darah dan air mata demi terlepas dari kolonialisme dan imperialisme. Kendati saat ini, kita telah terlepas dari penjajahan seperti diatas, kita harus juga melihat model penjajahan yang hari ini menggerogoti bangsa dalam wajah yang lain. Penjajahan dalam wajah pengendalian politik, ekonomi dan kekuasaan structural adalah penjajahan bentuk modern yang harus dilawan. Kaum muda harus mengikrarkan janji yang baru sama sekali. Dengan ini tidak berarti kita mengkerdilkan ikrar sumpah pemuda 1928, melainkan sumpah pemuda yang baru sama sekali, dengan bertolak dari realitas penjajahan dalam bentuk modern. Sekiranya kita berujar demikian; “Kami pemuda-pemudi bersumpah; Berpolitik Etis dan adab, berdemokrasi kerakyatan, melawan Domestikasi Politik kepentingan atas nama persatuan. Kami Pemuda-pemudi bersumpah; mendidik bangsa dan Negeri dengan ide dan karya, melawan kendaraan politik yang bersuara menarik belas kasihan. Kami Pemuda-pemudi Bersumpah; Berbakti tulus demi tanah terjanji Indonesia Merdeka.”

Selamat Merayakan Hari Sumpah Pemuda. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top