“Belahan Jiwa”, Refleksi Kejadian 2:18 oleh: Ferdi Aryanto Babu

Ferdi Aryanto Babu – Komisariat Salam GMKI-Kupang

Penulis: Ferdi Aryanto Babu (Komisariat Salam)

Firman : Kejadian 2:18

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Dari sebuah laman medsos, saya mendengarkan suatu kesaksian dari seorang hamba Tuhan yang cukup terkenal. Saat ditanya tentang awal mulanya memilih Yesus sebagai Juruselamat, ia berkisah bahwa ia menemukan Yesus di dalam kamarnya, saat ia sedang berencana untuk mengakhiri hidupnya. Telinganya mendengar langsung suara Yesus yang berkata, “Aku, Yesus, mengasihimu.” Suara yang tidak pernah lagi didengarnya secara langsung itu, membuat hidupnya berbalik total. Dan tahukah Bung dan Usi sekalian,mengapa saat itu ia ingin mengakhiri hidupnya? Pacarnya memutus cinta. Sesuatu yang amat berarti baginya telah direnggut. Sadarilah bahwa ketika Bung dan Usi sekalian mulai menunjukkan perhatian khusus saat mendekati seseorang yang Bung dan Usi cintai, saat itu Bung dan Usi sedang mengincar sesuatu yang teramat berarti dalam hidupnya, yaitu hatinya. PDKT atau apapun istilahnya di kalangan muda, tidaklah sesederhana itu untuk dipermainkan. Berhati-hatilah dengan hati seseorang, apalagi ketika kita sudah mengikat komitmen yang lebih serius dalam ikatan pernikahan.

Amsal 4:23 mengatakan, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Hati manusia memancarkan kehidupan. Seorang pria dipenjara karena percaya pada Yesus. Setiap hari, ia menerima pukulan dari salah satu sipir penjara. Namun, tiap kali itu pula, ia berkata, “Aku tidak akan membalas, karena aku tahu Tuhan Yesus mengasihimu.” Semakin hari, semakin banyak pukulan yang harus diterimanya, sampai suatu hari ia ditantang akan dihabisi oleh sang sipir. Jawaban yang sama membuat sang sipir tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Dalam pelukannya, sipir itu memintanya untuk membawa dia kepada Yesus. Hati yang dipenuhi kasih Yesus telah memancarkan kehidupan yang sejati. Sebagai pengikut Yesus, mari pancarkan kehidupan dengan menjaga hati kita dan menjaga hati orang lain, istimewanya bagi belahan jiwa kita, pasangan hidup kita. Mulailah dari masa berpacaran. Hormatilah kekasih hati, pasangan atau belahan jiwa kita, dengan menjaga hatinya.

Allah adalah inisiator kehidupan keluarga. Sejak semula, Tuhan ingin kita saling bertolong-tolongan, dengan sepenuh hati. Terpujilah Yesus!

Doa: “Bapa, ampunilah jika aku sering menyakiti hati-Mu dan hati sesamaku, termasuk pasangan hidupku. Tolonglah aku untuk menjaga hatiku dan hati sesamaku. Amin. ”UOUS”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top