Janji Tuhan”, Refleksi Yeremia 17 : 7-8 oleh: Ferdi Aryanto Babu

Ferdi Aryanto Babu – Komisariat Salam GMKI-Kupang

Penulis : Ferdi Aryanto Babu (Komisariat Salam)

Firman : Yeremia 17 : 7-8

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah”.

Tuhan memberikan janji-Nya kepada orang percaya. Firman-Nya, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN.” Berkat di sini adalah berkat yang turun dari Allah bagi manusia, yaitu segala sesuatu yang baik. Allah menyatakan diri-Nya sebagai sumber berkat dan Ia senang memberkati umat-Nya. Abraham adalah salah satu contoh orang yang diberkati Tuhan.

Nats kita juga mengungkapkan syarat agar kita diberkati oleh Tuhan. Pertama, mengandalkan Tuhan. Ketika mengandalkan Tuhan, kita perlu percaya dengan teguh kepada Tuhan. Kita harus yakin bahwa Tuhan dapat dipercaya. Percaya kita kepada Tuhan juga harus disertai pengetahuan bahwa Allah sanggup melakukan segala perkara. Tuhan yang kita percayai adalah Tuhan yang Mahakuasa dan tidak pernah mengecewakan. Dalam segala hal yang kita hadapi, bagian kita adalah tetap percaya. Kedua, menaruh harapan kepada Tuhan. Seseorang akan menerima janji Tuhan apabila ia menaruh harapannya kepada Tuhan dengan keputusan yang bulat. Jika percaya berbicara tentang masa sekarang, harapan menunjuk pada masa mendatang. Kita tidak mengetahui hari esok. Namun sekalipun kita tidak tahu apa yang akan terjadi, kita yakin Tuhan yang mengatur hari esok. Rancangan Tuhan adalah masa depan yang penuh harapan. Tidak ada kehidupan masa depan yang lebih baik dari yang disiapkan oleh Tuhan bagi kita. Tidak ada yang dapat menggagalkan rancangan Tuhan, asalkan kita menaruh harapan kepada-Nya.

Kehidupan orang yang diberkati Tuhan digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air. Akarnya bertumbuh ke arah sumber mata air. Di saat musim kering, selalu mendapatkan air. Sumber air yang hidup adalah Tuhan (Yeremia 17:13). Jika kita dekat dengan Tuhan sebagai sumber kehidupan, maka kita tidak takut menghadapi tahun kekeringan. Orang percaya yang mengandalkan Tuhan tidak akan berhenti berbuah. Tuhan setia dan Mahakuasa. Apapun yang kita hadapi, tetap letakkan hidup dan masa depan kita kepada Tuhan. Tuhan menyediakan jauh lebih banyak untuk segala sesuatu di masa sekarang, mendatang bahkan hingga kekekalan. Mari kita tetap percaya dan berharap kepada Tuhan yang suka memberkati umat-Nya. Doa: “Tuhan Yesus, janji-Mu itu Ya dan Amin. Aku percaya Engkau pasti memberkatiku sesuai dengan janji-janji-Mu. Amin. “UOUS”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top